The Better Brother, The New Porsche Cayenne

This is something relatable,

Pasti kalian tahu seseorang yang punya adik yang bisa ngelakuin sesuatu lebih baik daripada kakaknya, karena mungkin dia punya set of skills yang memang ditekuni dan memang hanya dia punyai.

Well, kasus ini selalu ada dalam dunia otomotif. The newer models are always equipped with stuffs that are better than the old dog. Khususnya di Porsche Cayenne terbaru yang dirilis hari ini, tanggal 1 Maret 2018.

Perkenalan Cayenne baru ini dibuka oleh para pihak dari Marketing Director yaitu, Mr. Carl Isenbeck, dari Porsche Asia Pacific..

..disusul kemudian dengan Mr. Christoph Choi dari Porsche Indonesia. Dalam kesempatan ini juga, mobil ini diperkenalkan oleh Ricko Boen yang bertanggung jawab sebagai Non-Technical Trainer and Product Porsche Indonesia yang menjelaskan spesifikasi dari Cayenne model terbaru ini.

Tapi dalam artikel ini gue ngga akan bahas teknis dari mobil ini..

Well, briefly it has Rear Axle Steering, Porsche’s own 4D Chassis Control, Porsche Dynamic Chassis Control, Porsche Surfaced Coated Brake, opsi-opsi mesin V6 Twin-Turbo 3000cc dan 2900cc, V8 4000cc dengan horsepower range dari 340hp, 440hp, dan paling tinggi Cayenne Turbo 550hp dan sebagainya, gue gaakan bahas lebih dalam. You can Google it. Seriously guys. Google it.

Yang akan gue bahas kali ini adalah experience of the Cayenne itself.

Gue pernah cobain Cayenne yang model sebelumnya atau biasa disebut “Predecessor“nya si adik ini, di tahun 2014, di Thailand. It was a diesel version of the previous Cayenne. It was a nice SUV to be in, and to be honest, gue ga terlalu suka jadi penumpang di Cayenne yang lama. It feels like a driver’s oriented SUV, because it’s a Porsche, obviously. The engine was beyond good (dan itu adalah pertama kali gue jatuh cinta sama diesel moderen), but the backseat experience was so-so. I expected it untuk jadi SUV yang family friendly, yang enak untuk jalan-jalan jauh. But it wasn’t that good, mempertimbangkan gue travelling dari Bangkok ke Pattaya.

Dan disaat gue menempatkan pantat gue di jok kulit berwarna Mojave Beige, yang tersedia sebagai warna opsi standar di model ini, gue merasakan bahwa memang mobil ini memang jati dirinya sebagai SUV yang peruntukannya untuk perjalanan jauh, dan memang performa ngga bohong, this is a Sportscar Together.

Dilengkapi dengan Porsche Advanced Cockpit yang memberikan informasi beragam, seperti GPS built-in yang terdapat pada tiap model Porsche, lagu yang sedang dimainkan dan banyak lagi, well you have to experience it yourself.

Secara exterior sendiri, memang Cayenne terbaru ini sekilas hampir ngga ada bedanya sama Porsche Macan, tetapi ada salah satu design feature yang diterapkan sama Porsche di model baru ini..

Coba aja liat..

Looks like a Panamera doesn’t it?

911 design oriented LED tail-lights

Did I mention about the Porsche logo on the headlights?

And here are some overviews of the Cayenne

By the way.. These wheels are a $3800 option. And so are the brakes, the Surface Coated Brakes costs around $3400 and there’s also a Ceramic Composite option only for $9080.

And we had a little chit-chat with Andrew Worth, Marketing dan PR Manager dari Porsche Indonesia soal Porsche Carrera Cup di Shanghai nanti.

We’re looking forward for cool things from these men at Porsche Indonesia and Porsche of Asia-Pacific.

“CheeRS!” -Magnus Walker

Words: Rizal Yogaswara

Photos: Yudisthira Bayu, Rizal Yogaswara

Share this Post

Leave Your Comment