Porsche 911 & RWB: Fell in Love at First Ride

Gue sejak kecil, cukup antusias tentang hal – hal yang berhubungan dengan mobil. Main video game pun, ya tentang mobil, contohnya seperti Gran Turismo. Gue juga suka minta dibelikan mainan mobil – mobilan. Akhirnya, gue jadi cukup mengenal jenis – jenis mobil dan perbedaannya. Sejak zaman sekolah pun, gue berteman baik dengan anak – anak yang interest-nya sama dengan gue. Karena bersosialisasi itulah, ternyata banyak hal – hal tentang otomotif yang belum pernah gue dengar sebelumnya. Jujur, dulu gue gatau apa – apa tentang merk mobil Porsche. Kalo liat lambangnya sih tahu aja, cuman ya gatau tipe nya ada apa aja, taunya ya Porsche aja.

Sampai pada suatu hari, gue diajak oleh seorang teman, untuk jalan – jalan naik mobil Porsche 911 Carrera tahun 1985 miliknya. Gue sangat excited dan mengiyakan ajakan dia tanpa pikir panjang. Keesokan harinya, gue bergegas untuk pergi kerumahnya dan membawa kamera. Sesampainya disana, mobil ini masih dibungkus dengan cover atau sarung pelindung, semakin penasaran kan jadinya. Mungkin ini pertama kalinya, gue bisa melihat Porsche tua secara jelas dari dekat. Dibukalah cover tersebut dan Voila! Dalam hati gue “Oooh jadi ini toh yang namanya Porsche, lucu juga ya kalo diliat secara langsung”.

Untuk Porsche pada tahun produksi tersebut, tidak tersedia transmisi Automatic, hanya tersedia Manual saja. Tapi menurut gue, justru disitu serunya.

Kami pun melewati jalan yang cukup sempit dan berkelok – kelok. Tapi tidak jadi masalah, sepertinya temen gue ini malah enjoy menyetir lewat jalan – jalan semacam ini. Gue yang duduk di kursi belakang, masih merasa nyaman dengan dengan jalan berkelok – kelok ini, biarpun legroom nya rada sempit aja sih hehehe.

Mungkin kalian bisa lihat (mungkin juga ngga bisa) legroom untuk seat belakang itu cukup sempit. Ya maklum sih, namanya juga Sports car.

Setelah sampai di tujuan, temen gue mempersilahkan untuk foto – foto mobil ini sepuasnya. Akhirnya gue punya kesempatan untuk melihat mobil ini secara detail. Buat kalian yang belum tahu, Ferdinand Porsche, sang founder dari brand mobil ini, sebelumnya dia mendapat kontrak dari Adolf Hitler, untuk mendesain mobil “People’s car” atau “Volkswagen” pada tahun 1934. Mungkin karena itu, mobil ini memiliki kemiripan dengan Volkswagen Beetle, atau biasa dikenal “VW kodok”.

 

Semakin sering melihat mobil ini dari dekat, gue jadi semakin suka dengan mobil ini. Gue bener – bener seperti anak kecil yang terkesima dengan mainan baru temennya yang keren banget, kalian pasti paham kan rasanya gimana.

Temen gue ini sepertinya cukup hobi menempelkan stiker – stiker di mobilnya. Namun stiker ini sepertinya punya maksud tersendiri, gue pun juga kurang paham soal itu.

 

\

Setelah selesai foto – foto, dia memperbolehkan gue untuk mencoba duduk di driver seat. Seperti yang diharapkan dari sebuah Sports car, meskipun ini bukan mobil baru, rasanya enak sekali. Posisi menyetir nya pun menurut gue sangat enak. Gue pun diperbolehkan untuk memindahkan mobil ini dari tempat kita foto – foto dan diparkirkan seperti pada foto terakhir yang diatas. Menurut gue kopling nya cukup keras, dan steer nya pun cukup berat. Tapi sepertinya itu tidak menjadi masalah, ada saat – saat sang pemilik, menyetir Porsche ini sebagai mobil harian. Bahkan mobil ini sudah pernah roadtrip ke luar kota. Karena gue ngga nyobain jalan, jadi gue juga kurang paham mobil ini seenak apa. Sejak saat itu, gue jadi mencari tau hal – hal yang berkaitan dengan Porsche. Telat sih, tapi ya gimana, gue baru kali itu berkesempatan untuk melihat Porsche dari dekat.

 

 

 

Naaaaah! kalian pasti tahu kan apa yang ada diatas ini? atau mungkin ada yang belum tahu? RAUH-Welt BEGRIFF yang biasa disingkat menjadi RWB, adalah sebuah Tuner Porsche yang berdomisili di Chiba, Jepang. RAUH-Welt BEGRIFF ini bila di translate dari bahasa Jerman ke Inggris, RAUH berarti Rough, Welt berarti World dan BEGRIFF berarti Concept. Maka, RWB ini dalam bahasa Inggris berarti, Rough-World Concept. Akira Nakai, sang founder dari RWB ini, adalah orang yang mengerjakan modifan aliran ini di seluruh dunia. Yes! Seluruh dunia, dimanapun orang yang ingin Porsche nya di modif ala RWB ini, Nakai-san sendiri yang datang ke negara orang itu dan mengerjakannya, tidak pernah diwakilkan orang lain. Bahkan beliau pun pernah datang ke Indonesia untuk membuat RWB disini. Sebelumnya gue sudah pernah denger dan lihat di internet, tentang aliran RWB ini. Disaat itu ya gue ga ngerti Porsche, jadi respon gue hanya “oh iya keren ya” dan saat itu, RWB belum menjadi buah bibir di lingkungan gue.

 

Ya, pertama kali gue lihat RWB secara langsung itu di Malaysia, bukan Indonesia. Jadi ceritanya waktu itu temen gue, sebut saja “Kopet”, ngajak gue ke Kuala Lumpur untuk menghadiri acara “Art of Speed Malaysia 2017”. Awalnya gue ragu mau ikut apa engga, tapi pas dia bilang RWB Malaysia mau majang mobilnya, gue langsung mengiyakan ajakan dia. Gue excited banget karena akhirnya bisa melihat hasil karya Nakai-san secara langsung.

Sesampainya di venue acara, Voila! Pemandangan seperti ini lah yang gue liat, literally seperti foto diatas ini. Jujur gue terkesima melihat mobil ini, ternyata sebagus itu kalau dilihat secara langsung. Mungkin ada beberapa orang yang berpendapat bahwa, style modifan ini merusak. Gue pernah denger perkataan seperti “Ah jelek itumah, gasuka gue, jadi bukan Porsche lagi kalo kaya gitu mah”. Tapi ya, setiap orang kan bebas berpendapat. Kalo menurut gue pribadi sih ini keren, apalagi setelah gue mengetahui, bahwa RWB di seluruh dunia itu, Nakai-san sendiri yang mengerjakannya. Uniknya juga, setiap hasil karya Nakai-san ini selalu diberi nama. Gue salut sih, dia mempertahankan keorisinilan karya dia dengan cara, tidak pernah mewakilkan ke orang lain untuk pembuatan RWB ini.

Seperti yang tadi gue tulis, setiap unit RWB ini memiliki nama sendiri. Porsche 993 ini diberi nama “Yamato Nadeshiko” yang merupakan RWB pertama dibuat di Malaysia. Gue pribadi kurang paham, nama – nama yang diberikan ini berdasarkan apa? Karena semua nama – nama ini pasti ada artinya. Seperti RWB pertama di dunia adalah Porsche 930 tahun 1985 milik Nakai-san sendiri, diberi nama “Stella Artois” yang merupakan merk Bir favorit beliau. Kalo yang pernah gua baca sih, “Yamato Nadeshiko” sebenernya nama bunga, Namun juga termasuk istilah dalam bahasa Jepang artinya “personifikasi dari wanita Jepang yang ideal”. Jadi, nama ini mengacu kepada wanita muda yang lemah lembut dan pemalu.

Iya, kalian ga salah liat kok, Porsche 993 ini mesin nya sudah di swap menggunakan mesin LS7. V8 7.0L dengan Individual Throttle Body. Kelihatannya berbanding terbalik dengan arti nama dari RWB ini kan? hahaha.

 

RWB ini pun tidak hanya mementingkan Form saja, tapi juga Function. Kalau kalian tahu, di sirkuit Tsukuba, Porsche RWB ini dipakai untuk balap. Gue pribadi sih, belum pernah melihat mobil – mobil itu dipakai untuk balap. Melihat RWB ini dibawa jalan di jalan raya atau di sirkuit balap, sudah menjadi bucket list gue, gatau sih bakal kejadian apa engga hehehe, ngayal aja dulu.

RWB kedua yang dipajang oleh mereka adalah, Porsche 964 yang diberi nama “Hyakka Ryouran” dengan livery “Gulf Racing”. Yang ini menurut gue, berbeda dari yang sebelumnya. Mungkin kalo yang 993 terkesan lebih sangar karena warnanya yang gelap, kalau ini lebih terkesan cantik. Ditambah lagi dengan softtop dan warna nya yang terang dibandingkan dengan 993.

Foglamp Cibie yang menurut gue sangat cocok untuk menjadi pemanis RWB 964 ini. Buat gue pribadi, gue lebih suka 964 ini untuk dipajang dibandingkan dengan yang 993. Mungkin gue akan lebih seneng melihat 993 nya dipakai di sirkuit balap. Kembali lagi, itu pendapat gue pribadi lho.

Stiker dan Emblem ini sepertinya merupakan suatu ciri khas dari RWB Malaysia. Karena gue cuman pernah liat, topi bertuliskan tulisan yang sama dengan stiker tersebut, dipakai oleh owner dari para RWB ini. Kalau kalian follow atau pernah lihat owner RWB ini di Instagram, kalian pasti ngerti maksud dari emblem ini.

Mereka juga memajang diecast hasil custom mereka, kalian bisa lihat, disini ada versi mini dari RWB “Yamato Nadeshiko” dan dibawahnya, RWB pertama dari sang owner yang bernama “Meguri Ai” diluar Malaysia. Gue pernah bercerita ke temen gue, seorang kolektor diecast mobil. Menurut dia, diecast RWB ini justru tergolong sedikit peminatnya. Jadi sepertinya, yang berminat untuk memiliki diecast ini, ya hanya yang seneng – seneng aja gitu. Emang sih, karya seni itu terkadang tidak semua orang bisa suka. Tapi gue mau kok memiliki diecast ini.

Dilihat beberapa kalipun, gue tidak pernah bosan. Dari sekian banyak mobil yang dipamerkan di venue acara ini, akhirnya ya gue baliknya ke booth RWB lagi. Sekagum itu gue dengan hasil karya nya Nakai-san. Tidak mudah sih, untuk membuat mobil serapih ini dengan tangan sendiri, tanpa alat bantu ukur dan semacamnya. Jujur, mungkin gue dulu melihat RWB itu, hanya sekedar senang karena keren saja. Setelah melihat dengan mata kepala sendiri, menurut gue ini berbeda dari hal – hal keren yang pernah gua lihat sebelumnya. Gue jadi semakin suka dengan brand Porsche, setelah melihat RWB ini secara langsung.

Sampai di penghujung acara, gue akhirnya ya nongkrong di booth RWB. Kebetulan kawan dari si kopet, orang – orang Malaysia, yang menjamu kami selama di Kuala Lumpur, mereka lah yang bertugas jaga di booth tersebut. Para peserta pun mulai bersiap untuk unloading mobil mereka, termasuk RWB 964 ini.

Finally! Gue bisa dapetin shot tampak belakang dari RWB 964 ini. Kenapa begitu? karena ditempat sebelumnya sangatlah sempit, sehingga sulit untuk memotret tampak belakang mobil ini. Nampaknya bukan cuma gue doang yang terkesima dengan karya Nakai-san ini. Banyak pengunjung yang perhatiannya teralihkan, ketika RWB ini sedang dijalankan menuju pintu keluar. Para pengunjung pun berkerumun untuk menyaksikan RWB ini, bak supermodel yang sedang berjalan di catwalk.

Semua orang pun terburu – buru untuk mengeluarkan kamera atau smartphone nya, agar tidak kehilangan momen RWB yang melintas dihadapan mereka.

Untuk yang 993 ini, sepertinya mengalami masalah, sehingga tidak bisa dijalankan keluar dari venue acara tersebut. Lalu, kira – kira gimana ya caranya keluar dari situ?

Karena hall ini sudah mulai kosong, akhirnya ya towtruck nya yang masuk ke dalam, untuk menjemput Porsche 993 ini hahaha. Jujur gue cukup bahagia disaat itu. Bukan karena mobilnya bermasalah, tetapi karena gue bisa melihat momen mobil ini sedang dinaikan ke atas towtruck, dengan cahaya lampu yang lebih banyak dibandingkan diluar hall tersebut.

All set! Towtruck ini sudah siap untuk jalan, mengantarkan 993 ini kembali ke tempat owner nya. Setelah 993 ini meninggalkan hall, gue pun membantu temen – temen gue membereskan booth dan pulang. Sekian cerita tentang Porsche dari gue. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi gue, dari belum tau sama sekali tentang Porsche, sampai akhirnya gue menjadi suka dengan brand mobil ini, dan RAUH-Welt BEGRIFF. Terima kasih untuk temen gue si pemilik 85′ 911 Carrera, sudah bersedia ngajak gue jalan – jalan naik mobilnya, mengizinkan untuk foto – foto mobilnya dan dipost di web ini. Gue berterima kasih juga kepada Kopet, sudah ngajak gue ke Art of Speed Malaysia 2017, sehingga gue berkesempatan untuk melihat karya Nakai-san dengan mata kepala sendiri. Sampai bertemu di cerita gue selanjutnya, Cheers!

 

 

 

 

Share this Post

Leave Your Comment