I’ve been dreaming of this moment for a very long time

Gue selalu bermimpi untuk bisa berangkat ke Jepang. Karena masa kecil gue dipenuhi dengan nonton Doraemon di hari minggu pagi secara rutin. Sebelumnya juga sudah gagal join kawan – kawan yang jalan kesana. Pada akhirnya, gue berkesempatan untuk ikut bareng Fadil ke salah satu sirkuit balap ternama di Jepang, yaitu Fuji Speedway.

 

(Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Fuji_Speedway)

Bagi yang hobi nya main Gran Turismo di Playstation, pasti sudah tidak asing dengan sirkuit balap yang satu ini. Fuji Speedway (富士スピードウェイ Fuji Supīdowei) merupakan sirkuit balap yang berdiri di kaki Gunung Fuji, di  Oyama, Suntō District, Shizuoka Prefecture, Jepang. Terdiri dari 16 tikungan, dengan salah satu lurusan terpanjang dari semua sirkut balap, yaitu 1.475 km (0.917 mi). Sejak tahun berdirinya, tahun 1963, sirkuit ini sudah lima kali ganti konfigurasi. Konfigurasi yang berlaku saat ini merupakan kofigurasi yang ke-5, berlaku sejak tahun 2005. Konfigurasi saat ini tidak lebih panjang dari konfigurasi yang pertama. Pada konfigurasi yang pertama, sirkuit ini memiliki tikungan “banking” yang dikenal dengan nama “Daiichi”. Tikungan tersebut dinilai sangat berbahaya karena sudah menyebabkan kecelakaan besar yang cukup banyak. Dengan konfigurasi yang saat ini, sirkuit ini memiliki total jarak 4.563 km (2.835 mi). Sirkuit ini pun pernah dipakai untuk F1 grand prix Jepang. Rekor laptime nya pun masih dipegang oleh salah satu driver Formula 1 yaitu Felipe Massa, menggunakan Ferrari F2008, dengan laptime 1:17.287.

Day 1

Perjalanan Jakarta – Tokyo memakan waktu kurang lebih 7 jam. Kami memilih penerbangan jam 6 pagi, agar bisa sampai di Tokyo sekitar jam 4 sore. Penerbangan ini mendarat di bandar udara Narita, merupakan bandar udara yang jauh dari kota Tokyo.

Belum sempat menginjakan kaki di negara matahari terbit, Gue sudah mendapatkan hospitality yang sangat – sangat baik sekali dari orang – orang Jepang. Menurut gue, mereka baiknya tuh tulus, tidak dibuat – buat.

Finally i’m here, it felt like a dream.

Setelah beres urusan di bandar udara, kita langsung berangkat menuju Gotemba dengan menggunakan bus, perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam, dengan jarak yang tertulis pada peta diatas. Jangan sedih kawan – kawan, yang macet bukan Jakarta aja kok hahahahahaha. Karena gue sudah terlalu lelah, mohon maaf foto untuk hari pertama nya sampai disini saja. Harap maklum, gue harus bangun pada dini hari untuk mengejar penerbangan yang berangkat jam 6 pagi.

Day 2

Lanjut di hari ke 2, tidur sudah cukup, kita lanjut berangkat ke sirkuit Fuji Speedway. Bisa kalian lihat bahwa, jarak dari penginapan ke sirkuit tidaklah dekat, mungkin akan memakan waktu 2 jam apabila jalan kaki. Karena ini masih hari pertama di jadwal Carrera Cup Asia, maka tidak tersedia shuttle dari penginapan ke sirkuit. Jalan kaki pun akan membuang waktu saja, maka dengan sangat terpaksa, kita harus menggunakan Taxi. Taxi di jepang itu sangat mahal sekali, dari penginapan ke sirkuit saja harganya sekitar JPY 4500 setara dengan kurang lebih IDR 500.000. Bagi yang mau ngirit, jangan pernah naik Taxi atau Uber kecuali kepepet banget.

Untuk situasi seperti ini, mungkin lebih menguntungkan menyewa sebuah mobil. Sewa mobil itu satu harinya mungkin sekitar 8000 JPY per harinya untuk yang standard saja, atau sekitar 5000 JPY untuk mobil compact seperti Yaris contohnya. Dibandingkan harus mengeluarkan uang 4000 JPY sekali jalan, lebih baik menyewa mobil saja bukan? Tetapi, sayang sekali bahwa SIM Internasional Indonesia tidak diakui disana, sehingga kita tidak bisa menyewa mobil.  Lebih baik lupakan saja semua ide menyewa mobil tersebut. Foto – foto diatas merupakan perjalanan dari penginapan ke sirkuit, dan penampakan gerbang utama dari Fuji Speedway.

Sudah berapa bulan ya tidak ketemu buaya ini, sejak Official Test Day di Shanghai.

Seri kali ini merupakan perdana bagi Fadil menggunakan baju balap barunya.

Kegiatan pada hari pertama ini, adalah track walk! track walk bermanfaat untuk mempelajari setiap sudut sirkuit. Track walk sangat penting dilakukan seorang pembalap dan tim untuk mengetahui karakter sirkuit, titik pengereman, tingkat degradasi ban, dan sebagainya.

Merupakan momen yang langka untuk gue bisa ikut serta dalam track walk ini, namun ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya gue sudah pernah melakukan track walk ini di Shanghai. Tapi ya tetep aja ini spesial buat gue, berhubung gue kan bukan pembalap yang ikut serta di acara balap ini. Awal – awal sih terasa ringan dan menyenangkan karena dari tikungan 1 – 3 itu elevasi nya menurun.

 

Karena pada Shanghai tahun ini gue ngga nulis sama sekali. Kalian mungkin belum kenal siapa orang yang mengenakan jaket hitam dan biru ini. Yang mengenakan jaket hitam itu Bruce, dia berperan sebagai race engineer untuk Fadil. Tahun lalu Fadil bekerja sama dengan Todd, namun tahun ini adalah giliran Bruce yang akan membantu Fadil selama musim 2019 ini berlangsung. Lalu, yang mengenakan jaket biru itu adalah Cui Yue, pembalap kelas Pro yang juga dibantu oleh Bruce untuk tahun ini. Kurang lebih, Fadil dan Cui ini seperti rekan satu tim. Bisa dilihat seperti yang gue jelaskan sebelumnya, mereka menggunakan sesi track walk ini untuk berdiskusi.

Karena sebelumnya elevasi nya menurun, tentu saja ketika sudah mendekati tikungan – tikungan terakhir, elevasi nya menjadi naik. Lumayan ada olahraga sore – sore, biar besoknya ngga kaget kalo jalan keliling nyari spot.

Begitulah kegiatan kami di hari pertama, simple sekali bukan? Ditambah lagi kami belum perlu datang ke sirkuit dari pagi. Karena kegiatan ini baru dimulai sore – sore, maka sebelum ini kami menggunakan waktu untuk jalan – jalan di sekitaran Gotemba.

Day 3

Hari ini sudah tersedia shuttle untuk ke sirkuit. Tidak perlu khawatir lagi mencari transportasi atau membayar taxi nan mahal itu.

Sesampainya disana, kami langsung disambut dengan 911 dan Cayman ini.

Selama balap ini berlangsung, selalu tersedia sarapan dan makan siang di area hospitality, jadi tidak perlu khawatir bila tidak sempat sarapan di penginapan, semuanya tersedia disitu.

 

Sepertinya ada salah satu member dari panitia Carrera Cup yang akan mengundurkan diri. Maka dari itu, pihak panitia mengumpulkan tanda tangan seluruh pembalap yang ikut serta.

Kegiatan yang paling pertama di pagi ini adalah, drivers briefing dan semacam acara pelepasan untuk panitia yang akan mengundurkan diri tersebut.

Setelah briefing selesai, dilanjut dengan stretching terlebih dahulu sebelum sesi latihan bebas dimulai. Pria yang bernama Frederico ini berperan sebagai coach untuk para pembalap yang akan melakukan stretching.

Lagi – lagi, desain buaya yang digunakan Fadil menarik perhatian pembalap lain. Mereka terlihat amaze dengan racing suit barunya Fadil.

Sebagai pembalap, tidak cukup skill dalam menyetir. Kebugaran jasmani juga harus diperhatikan, karena balap itu sangatlah menguras tenaga dan fisik.

Selain stretching, ada juga kegiatan seperti reaction test untuk para pembalap ini. Reaksi seorang pembalap juga merupakan hal yang penting dalam kegiatan balap.

Setelah semuanya selesai, sesi latihan bebas pertama pun dimulai. Para pembalap dan engineer bisa memanfaatkan sesi ini untuk menyempurnakan settingan mobil.

Kebiasaan gue adalah, mengambil foto di straight untuk mengawali foto – foto on track pada race weekend. Karena paling mudah dijangkau daripada spot – spot lainnya. Ditambah lagi gue baru pertama kalinya hadir di sirkuit Fuji Speedway ini, sehingga gue masih sangat meraba – raba spot dan situasi di sirkuit ini.

Dirasa sudah cukup banyak mengambil momen – momen di pit, gue mulai mencoba untuk menelusuri spot – spot yang lain.

Oke, ternyata karena durasi waktu sesi latihan bebas ini tidak banyak, gue cuman bisa jalan menuju spot tikungan 1 – 2 saja. Beda dengan Test Day yang tiap sesinya jauh lebih lama dibandingkan ini. Jalan kaki nya lumayan lho dari pit ke spot ini. Kali ini gue berbekal 1 body full frame, body APS-C, 17-40 F4, 50 f1.4, 70-200 F2.8 dan 70-300 f5.6. Menurut gue setelan seperti ini sudah cukup, tetapi masih kurang puas. Nampaknya memang harus membawa lensa 400mm.

Selain Carrera Cup Asia, weekend ini juga digunakan untuk Carrera Cup Japan, jadi sesi latihannya bergantian. Begitu yang Asia selesai, yang Japan mulai masuk kedalam sirkuit untuk melakukan latihan.

Sebelum istirahat makan siang, biasanya Fadil dan Bruce melakukan evaluasi hasil dari sesi latihan yang sebelumya.

Sesi latihan yang kedua, gue meninggalkan pit lebih dahulu, untuk jalan ke spot yang lebih jauh lagi.

Gue secara tidak sengaja menemukan akses untuk ke tribun. Sangat menguntungkan buat gue, karena Fadil memiliki permintaan khusus, untuk mengambil foto mobil yang keliatan bagian atapnya. Mengapa begitu? karena selain buaya, mobil ini memiliki motif batik dibagian atap dan dibawah sayapnya, dan baru terpasang dengan rapih di seri Fuji ini. Maka dari itu Fadil ingin sekali memiliki foto – foto semacam yang diatas. Untuk bagian bawah sayapnya, sudah gue amankan sejak sesi latihan yang sebelumnya.

Karena ini masih sesi latihan, dan ya momen nya gitu – gitu aja, gue pun sambil menikmati dengan mengambil foto mobil – mobil peserta lainnya.

Day 4

Hari ketiga adalah Qualifying  dan Race 1. Okay, sh*t is getting real. Sudah waktunya mulai serius karena hari ini bukan latihan lagi. Pertama kalinya gue motret di acara balapnya, langsung dihadapkan dengan tantangan yang menurut gue agak nyiksa. PADA HARI ITU HUJAN TURUN SEHARIAN, DARI PAGI SAMPAI SORE! Untungnya gue sudah menyiapkan jas hujan, jadi gue masih bisa keliling – keliling tanpa takut kehujanan. Tapi ya tetep aja nyusahin.

Kondisi sirkuit tentu saja basah karena hujan, maka Bruce menginstruksikan untuk mengganti ban mobil dengan ban khusus lintasan basah, dan berbagai persiapan pada mobil untuk hujan – hujanan.

Sebelum keadaan menjadi hectic, sempatkan diri untuk mengambil foto bersama dengan mobil.

Keadaan tidak kunjung membaik, namun waktu untuk sesi Qualifying semakin dekat.

But, show must go on, no matter how bad the situation is. 

 

Karena kemarin gue sudah mencoba jalan ke arah tikungan pertama, kali ini gue mencoba untuk jalan ke arah tikungan terakhir, selepas mengambil foto di pit exit.

Ternyata oh ternyata, jalan nya jauh banget dari pit exit ke spot ini. Ternyata lurusan terpanjang itu tidak bohong.

Sesi baru berjalan sebentar, sudah ada kecelakaan yang terjadi. Bisa dibayangkan betapa bahaya nya kondisi sirkuit disaat itu.

Karena hujan semakin deras, kondisi lintasan semakin tidak kondusif, maka sesi Qualifying ini tidak dilanjutkan sampai waktunya habis.

Sesi berikutnya adalah race untuk Carrera Cup Japan, karena kondisi lintasan masih sama seperti tadi, race dilaksanakan dipimpin oleh safety carall the way to the finish line. Membosankan sekali.

Setelah itu kami mendapat kabar dari panitia bahwa sesi Qualifying akan dilanjutkan kembali. Fadil segera bersiap – siap, dan kondisi pit disaat itu ramai sekali dengan “C’mon guys! its happening!”

Tidak lama kemudian, datang lagi kabar dari panitia bahwa Qualifying tidak jadi dilanjutkan. Oh well, what a let down.

Karena sesi Qualifying sebelumnya baru berjalan sebentar, para pembalap belum mencetak laptime yang maksimal. Sementara itu, sesi berikutnya adalah race 1. Panitia mengusulkan, mengambil hasil dari seri sebelumnya di Suzuka. Namun, hal tersebut menimbulkan protes dari beberapa peserta. Pada akhirnya diambil keputusan bahwa race 1 dibatalkan dan diganti menjadi sesi Qualifying agar adil untuk semua peserta.

Entah harus senang, lega, sedih atau kecewa atas keputusan terakhir ini. Namun lebih baik begitu, karena tidak menguntungkan bagi Fadil apabila starting grid mengacu pada hasil dari seri sebelumnya.

 

 

Akhirnya sesi Qualifying ini berjalan sebagaimana mestinya. Namun, lintasan masih sangat basah dan cukup berbahaya untuk bertindak yang gegabah.

Biarpun gue cukup tersiksa dengan kondisi seperti ini, tapi gue tetep menikmati. Jarang – jarang lah bisa foto dalam keadaan hujan begini.

Meskipun gue cukup puas dengan hasil – hasil foto pada hari itu, ternyata tidak berlaku bagi Fadil. Karena lintasan basah ini, Fadil menjadi terlalu hati – hati dalam menyetir mobilnya dan berakhir di posisi ke 7 dikelasnya. Merupakan hasil yang tidak memuaskan, tapi jangan lupa, apa saja bisa terjadi pada saat balap berlangsung.

Day 5

Benar – benar berbanding terbalik dari hari yang kemarin. Pada hari terakhir ini, cuaca nya sangat cerah sekali. Seakan – akan keluhan gue di hari sebelumnya, dibayar didepan muka pada hari terakhir ini.

Feeling gue akan hari tersebut sangat bagus sekali. Meskipun Fadil start dari posisi ke 7 dikelasnya, kami percaya bahwa hari ini akan membuahkan hasil yang baik.

Gua sangat nervous, menyadari bahwa sesaat lagi adalah pertama kalinya gue menjadi fotografer di event balap Internasional dan di sirkuit diluar Indonesia.

 

Karena Fadil sudah mengikuti balap ini dari tahun 2018, mungkin dia sudah tidak deg – degan lagi. Sudah bisa santai seperti biasanya.

Setelah mengambil foto di grid, gue langsung berpindah spot menuju tikungan pertama untuk mengambil momen saat start.

Lap pertama memang sangat krusial. Baru putaran pertama dan di tikungan pertama, sudah ada kecelakaan yang terjadi, melibatkan 3 mobil.

Untungnya Fadil berhasil lolos dan tidak terlibat dengan kecelakaan tersebut.

Kecelakan tersebut sangatlah merugikan, karena balap ini menjadi tertahan safety car selama beberapa putaran.

Saat safety car masih berada di dalam lintasan, pembalap dilarang untuk melakukan overtake. Para pembalap menggunakan momen ini untuk memanaskan ban nya.

Setelah beberapa putaran berlangsung, akhirnya safety car meninggalkan lintasan dan balapan kembali dimulai. Yang memimpin balap ini adalah Martin Raggingger, mobil nomor 86.

 

Justru keseruan terjadi di rombongan yang jauh dibelakang Raggi. Perebutan posisi kedua yang sangat seru antara Chris Van Der Drift, Will Bamber dan Phillip Hamprecht. Perebutan ini terus berlangsung sampai finish.

Nampaknya Phillip tidak bisa mengejar Will & Chris, sehingga saat mendekati putaran akhir, perebutan itu hanya antara Will & Chris saja.

Jauh dibelakangnya, terjadi dogfight antara Cui dan Daniel Lu.

Mendekati akhir dari race ini, Fadil berhasil lolos dari Christian Chia yang menahannya dari putaran pertama. Fadil harus mengejar 4 mobil lagi didepan untuk mendapatkan posisi pertama dikelasnya. Namun disaat seperti ini, agak sulit untuk melakukan hal itu, sehingga Fadil berusaha untuk bisa finish di posisi podium, jadi setidaknya harus bisa berada di posisi ketiga.

Namun, imbas dari kecelakaan di putaran pertama, memaksa Fadil untuk finish di posisi ke 4. Banyak sekali jarak antara Fadil dengan Li Chao yang akhirnya finish di posisi ke 3. Mungkin saja Fadil bisa menyalip Li Chao apabila masih banyak putaran yang tersedia.

Raggi dengan nyaman nya mempimpin balap ini sampai garis finish.

Sementara itu dogfight yang terjadi dibelakang Raggi, dimenangkan oleh Chris.

Pertama kalinya gue menyaksikan tradisi podium, yaitu Champagne shower.

Untuk kelas Pro-Am, dimenangkan oleh Francis Tjia, diikuti oleh Bao Jin long di posisi ke 2 dan Li Chao di posisi ke 3.

Tampak dekat dari mobil yang terlibat kecelakaan di putaran pertama, mobil milik Peter/Yang Liao. Karena mengalami total loss, Peter tidak bisa melanjutkan race yang berikutnya.

Sangat disayangkan, namun masih ada kesempatan berikutnya, Fadil akan mencoba lebih baik di race berikutnya.

Ternyata di hari itu, adalah hari ulang tahunnya Bruce. Kami semua kompak membuat sebuah kejutan untuk hari spesialnya Bruce.

Dirasa momen di grid sudah cukup, maka gue langsung saja jalan kaki ke spot yang jauh dari grid. Melihat para fotografer dengan lensa – lensa yang mengerikan ini, gue langsung berasa culun banget.

Race kedua ini dipimpin oleh Will, yang menempati Pole Position dari hasil Qualifying kemarin.

Sementara itu, terlihat Fadil sedang berusaha untuk melawan Yuey Tan yang berada didepannya, diikuti secara ketat oleh Christian Chia.

Will dan Fadil berusaha memberikan yang terbaik. They’re pushing themself to the very limit!

Foto ini juga merupakan permintaan khusus dari Fadil. Kita sudah membicarakan tentang foto ini sejak hari pertama. Pokoknya kami ingin punya foto dengan latar belakang gunung Fuji, bila cuaca nya mendukung. Karena hari ini cerah, maka gue sudah merencanakan untuk mengambil foto ini sejak pagi tadi. Biarpun saljunya tidak begitu banyak, tapi yang penting punya dulu deh hahahahhaa.

Will masih memimpin dengan diikuti oleh Raggi dibelakangnya.

Sementara Fadil masih tertahan dibelakang oleh Cui.

Apa yang gua saksikan disaat itu, rasanya seperti mimpi. Fadil akan finish di posisi ke 3 bila dia berhasil menyalip Li Chao.

Dengan segala usahanya, Fadil masih menempel dibelakang Li Chao, biarpun berkali – kali gagal untuk melakukan overtake.

di putaran berikutnya setelah foto diatas, terlihat bahwa Fadil akhirnya berhasil menyalip Li Chao. Podium ke 3 sudah berada di depan mata.

Keberuntungan Francis hanya sampai disitu saja, dia berhasil meraih Posisi pertama di race sebelumnya. Sayang sekali dia harus mengalami DNF di race yang kedua.

Usaha yang maksimal tidak akan mengkhianati hasil. Terbukti dengan berhasilnya Will mempertahankan posisi pertamanya.

jauh dibelakangnya terjadi dogfight antara dua pembalap asal Thailand, Tanart & Kantadhee

Jauh didepan Fadil, Yuey Tan masih berusaha mengejar Bao Jin Long untuk mendapatkan posisi pertama dikelasnya.

Dilanjut dengan pemandangan yang menyegarkan mata, Fadil masih berada didepan Li Chao.

Gue pun kembali untuk mengabadikan momen di podium, kali ini mobil milik Fadil terparkir rapi dibawah podium.

Nampaknya gue tidak akan bosan menyaksikan dan mengabadikan momen diatas podium ini.

Ini dia yang ditunggu – tunggu, pembalap yang bersedia membawa gue jauh – jauh ke Fuji Speedway, bediri diatas podium dan mengangkat pialanya. Biarpun bukan di posisi pertama, tapi buat gue itu sudah cukup.

Yup, momen ini sangat spesial untuk diabadikan. Gue paham bahwa bisa berdiri diatas sana tidaklah mudah. Sebelumnya gue dan kawan – kawan di Jakarta sangat senang sekali melihat Fadil bisa berdiri diatas podium sirkuit Suzuka. Merupakan suatu keberuntungan buat gue bisa mengabadikan momen – momen ini secara langsung, dengan mata & kepala sendiri, tidak melalui foto orang lain atau media sosial.

I saw what you did there Fadil, LOL.

Setelah berbagai drama, bad luck, dan segala masalah yang terjadi dari sebelum berangkat di Jakarta, kami bersyukur bisa pulang tidak dengan tangan kosong. Gue berharap, gue bisa melihat momen – momen seperti ini kedepannya, atau mungkin jauh lebih baik lagi dari pada ini. Sekian dulu dari gue, mohon maaf kalau fotonya kurang lengkap, gue masih adaptasi di sirkuit Fuji Speedway ini, belum begitu paham celah – celahnya.

 

Sayonara Fuji-san, till next year InshaAllah.

 

Words & Photos by Fauzan Pasha

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post

Leave Your Comment