Drifting : How to keep it fun and safe.

Bisa dibilang drifting merupakan salah satu cabang olahraga otomotif roda empat yang cukup baru di Indonesia. Buat gue sendiri, gue mengawali bidang fotografi balap pun berawal dari cabang ini, baik dulu datang ke event latihan, maupun kompetisi, hingga memotret mereka yang bermain di jalanan. Drifting di Indonesia bisa dibilang besar di jalanan dulu, setelah itu barulah mulai bermunculan acara acara resmi yang mengakomodir cabang ini.

Bagaimanapun, bermain di jalanan adalah hal yang berbahaya, keamanan bisa dibilang bukan menjadi prioritas dari pemainnya, walaupun mayoritas pemain di jalanan yang gue kenal selalu mencoba untuk meningkatkan sisi keamanannya. Ketidak tauan tentang akses untuk tempat latihan dan tempat latihan yang tidak selalu ada juga menjadi alasan yang sering diutarakan oleh pemain pemain yang bermain di jalan. Namun drifting di jalan tetap berakhir tidak aman, ketika drifting di jalan dimana banyak pengguna jalanan umum menurut gue pribadi tidak akan pernah aman.

Berbagai cara telah dilakukan untuk mencari tempat, beberapa tahun belakangan pun, sudah ada beberapa tempat dengan pasang surutnya masing masing. Ketersediaan lahan yang terbatas yang bisa selalu digunakan untuk latihan memang menurut gue menjadi kendala dari cabang olahraga ini.

Namun weekend kemarin, acara ini terjadi, dengan persiapan yang serba mendadak, beberapa pihak bekerja sama untuk mengadakan event latihan ini.

Kami sempat mewawancara Rifat Sungkar, salah satu penggagas acara ini. Beliau menyebutkan dimana kali ini dia bekerja sama dengan pihak kepolisian dapat menggelar acara di lapangan parkir Polda Metro Jaya. Bahkan mungkin untuk kedepannya latihan ini akan diadakan setiap 1 atau 2 bulan sekali.

Menurut gue pun respon dari pesertanya sangat baik, slot yang disediakan pun segera habis. Mereka pun bermain dengan maksimal, seperti kakak beradik dari Garasi Drift, Bimo dan Ziko. Gue perhatikan mereka hampir selalu tandem, dan Bimo pun gak segan segan untuk tandem door to door dengan Ziko. Sedikit berasa kompetisi, walaupun ini latihan, mereka gak menahan diri sama sekali.

Mas Rifat Sungkar sendiri membawa Mitsubishi Pajero Sport yang biasanya dia bawa untuk kejuaraan speed offroad, melihat SUV besar seperti ini untuk latihan drifting merupakan pemandangan yang jarang.

Dengan mesin V8 yang dipasang di mobil ini, gue rasa memang mobil ini juga mengakomodir untuk dipakai drifting.

Akbar Rais dengan E46 nya, menurut gue ini mobil awet banget, kita kemarin datang cukup kesiangan ke event ini. Tapi dalam waktu 2 jam dari kita datang sampai lintasan ditutup, E46 yang dinamainya “eurofighter” ini bisa dibilang gak berhenti dipakai latihan. Nampaknya riset mobil ini sudah cukup matang dimana reliability nya pun sudah maksimal sekali.

Digas seharian dan selalu ngepoll, nampaknya mobil ini udah bener bener siap untuk kompetisi tahun ini.

Mas Mimo dengan Cefiro nya, yang selalu setia mendampingi dia. Mobil ini juga terlihat sangat reliable kemarin.

Harapan gue sih event ini bisa diadakan terus, untuk menjadi ajang latihan dan pembibitan drifter drifter baru. Selain itu, dengan ada tempat latihan yang aman dan nyaman pasti membuat drifter juga bisa latihan dengan fokus, sehingga sesi latihan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Siapatau kan dari latihan yang rutin, didukung juga dengan event kompetisi yang rutin dan konsisten, cabang drifting juga bisa menjadi industri yang menjanjikan untuk orang orang yang terlibat di dalamnya kan?

Words by Ardian Pradana

Photos by Ardian Pradana and Dimas Rajasa

 

BONUS PHOTOS

 

Share this Post

Leave Your Comment