Bootcamp At Sentul Circuit: Honda Everywhere!

Tidak terasa, kurang dari dua minggu lagi, seri pertama ISSOM 2018 akan dimulai. Bisa dibilang, kita ini sudah cukup lama tidak ke sirkuit sentul besar. Kebetulan di hari Sabtu, tanggal 10 Maret 2018, ada acara yang bernama “Honda Soulnation 2018” dan mereka mengadakan sesi trackday. Jadi, gue dan Ucup, memutuskan untuk melakukan pemanasan sebelum ISSOM seri pertama.

Touchdown! Akhirnya kami bisa kembali lagi berfoto ria di sirkuit Sentul. Inilah dia, Ardian Pradana yang biasa dikenal sebagai “Ucup”. Kami berencana untuk melakukan hal – hal, yang sudah lama tidak kami lakukan selama menjadi fotografer di dunia otomotif. Hal semacam apakah itu? Nanti kalian bisa lihat sendiri di gambar – gambar yang ada dibawah.

Sesampainya kami di sirkuit Sentul, kurang lebih beginilah pemandangan yang kami lihat. Kok Honda semua ya? yaiyalah! judul acaranya juga Honda, pasti isinya banyak mobil bermerk “Honda” bertebaran. Banyak sekali variasi mobil dari Honda yang datang ke acara ini. Ya seperti judul dari blog ini, “Honda Everywhere” literally.

Tapi tetep ya, mata kami teralihkan dengan Nissan yang satu ini. Gue gatau kenapa, Nissan GTR ini bisa ada disini.

Oke lanjut. Pertama – tama, kami mencuci mata terlebih dahulu, dengan melihat mobil – mobil yang dipajang di pitlane Sirkuit Sentul. Berbagai macam Honda, dari yang full original, sampai yang dimodifikasi begini begitu, terparkir dengan rapih sepanjang pitlane.

Disini banyak Honda Civic yang sudah di engine swap. Ini bukan pemandangan gue setiap hari sih, tapi mungkin hal ini sudah biasa bagi para pemain Honda. Gue juga kurang paham pastinya ini mesin Honda yang tipe apa, tapi yang gue denger, harga dari mesin – mesin ini tidaklah murah.

Bahkan ada yang memasang turbo di mesin VTEC nya. Kira – kira seperti apa ya lajunya?

Kami pun bertemu teman – teman yang biasa nongkrong bareng. Padahal nggak janjian juga. Ternyata salah satu kawan kita, Aldy, memajang Honda Civic kesayangannya di acara ini.

Ini dia Civic nya Aldy. Honda Civic generasi ketujuh, yang akrab disebut dengan Civic ES. Dandanan nya simple sih, tapi jujur gue suka banget sama setelan dia yang sekarang, dengan velg Enkei NT03. Lu emang gokil dy!

I’m not a big fan of Honda. Gue sebenernya tidak seantusias itu dengan merk mobil ini. Dibilang benci juga enggak, cuman bukan fanatik aja. Gue tetep suka kok, asal memang enak dilihat. Menurut gue, best part dari sebuah Honda, adalah suara mesinnya apabila VTEC nya aktif. Mungkin mayoritas dari kalian sudah tau apa yang gue maksud. Bagi yang gagal paham, kalian bisa coba cari di youtube, kan gamungkin gua suarain disini dong hahaha.

Dari sekian banyak mobil, ini adalah mobil pertama yang berhasil mencuri perhatian gue. Ini adalah Honda Civic generasi kelima (EG6/SR3), diproduksi pada kisaran tahun 1992-1995, karena gue juga kurang paham mobil ini diproduksi tahun berapa. Mungkin mobil ini lebih akrab disebut dengan “Estilo”. Estilo ini merupakan personal favorite gue. Melihat ini, gue berasa lihat mobil di showroom resmi Honda. Karena full original dan dipasangi lambang civic di bagian plat nomer nya. Atau mungkin juga gue berasa lagi milih mobil di Gran Turismo.

Not my daily bread. Honda CR-X generasi kedua ini, menurut gue cukup jarang berkeliaran di jalanan Jakarta, menurut gue loh ya. Generasi ini diproduksi pada tahun 1988-1991. Gue gatau ada berapa unit di Jakarta, entah memang sedikit, mungkin juga ternyata ada banyak tapi terlantar atau dijadikan garage queen oleh pemiliknya.

Personal favorite kedua gue, adalah Civic generasi ketiga (EF) ini. Asli, gue suka banget sama style JDM begini. Bisa kalian lihat stiker yang tertempel di windshield, Honda Primo merupakan nama dari sebuah dealer mobil Honda khusus di Jepang. Selain Primo, ada juga dealer lain yang bernama Clio dan Verno. Jadi, pada zamannya, dealer Primo ini menjual Civic, “kei car”, beserta produk Honda lainnya seperti sepeda motor, mesin potong rumput dan sebagainya.

Salah satu roadster buatan Honda adalah S2000 ini. Menurut gue, standaran aja udah cukup bikin orang – orang pada nengok. Dulu gue pengen banget bisa lihat mobil ini secara langsung. Pertama kali gue lihat S2000 itu, waktu gue pergi ke Batam. Ternyata, saat ini S2000 jadi lebih banyak ditemukan di Jakarta. Sejujurnya, gue lebih berharap ada yang membawa Honda NSX generasi pertama. Tapi sepertinya sulit ya hahahaha.

Tuh buktinya nggak cuman satu S2000 yang datang ke acara ini, hahaha.

Tidak sedikit juga honda dengan air suspension yang dipamerkan di pit lane ini. Padahal dulu tuh kayaknya ga banyak gitu yang pake airsus. Kok sekarang jadi ada dimana mana ya. Semacam menjadi hal yang umum aja gitu.

Oke, sudah cukup cuci mata nya. Saatnya kami serius, melakukan niat awal kami datang ke acara ini. Seperti yang gue ceritain sebelumnya, kami berniat untuk melatih diri, melakukan hal – hal yang kami sadari, bahwa kami sudah lama tidak melakukannya. Sirkuit Sentul ini terdiri dari 11 tikungan, dengan panjang lintasan 4,12 kilometer. Letak pitlane yang digunakan untuk pameran mobil ini, berada di lurusan panjang yang ada lambang chequered flag-nya. Spot yang paling umum untuk foto dan menonton, adalah di tikungan 8 dan 9 atau biasa disebut tikungan S besar. Kalau mau jalan lebih jauh, bisa menonton di tikungan 6 dan 7, biasa disebut tikungan S kecil. Nah, kami ini biasanya menelusuri sirkuit ini dengan sepeda motor. Tapi kali ini, kami menantang diri kami, menelusuri spot-spot foto yang seperti biasanya, dengan jalan kaki.

Bootcamp dari kami, untuk kami pun, dimulai! foto diatas diambil di tikungan 3 dan 4. Jujur sih, udah lama ga motret dan jalan kaki disini, kerasanya jadi capek banget. Ditambah lagi, terik matahari yang panas ini, membuat kita tambah capek.

Yup! Inilah yang gue maksud, hal yang sudah lama kami tidak lakukan. Kalau dari kalian sudah lama mengikuti perjalanan kami, mungkin kalian bisa paham maksud gue. Gue dan Ucup, membuat peraturan di hari itu, foto ontrack kita, shutter speed tidak boleh lebih dari 1/50. Ini bukanlah hal yang mudah seperti membalikan tangan. Apalagi gue udah lama banget ngga ngelakuin ini, jadinya tambah susah deh.

Setelah sekian lama nya, gue bisa berkesempatan motret mobil melaju di sirkut Sentul ini, bukan dalam rangka pekerjaan, tapi hanya sekedar iseng saja. Bootcamp ini bukanlah hal yang menjadi momok buat gue, justru gue merasa bisa refreshing dengan gila-gilaan kaya gini.

Dahulu, Maximumdog bisa terbentuk karena Gue, Dimas, Ucup & Ical, saling adu low shutter speed seperti ini. Gue jadi inget banget jaman dulu, kita kalo motret tuh gapake mikir panjang, jepret aja udah. Mungkin foto semacam ini bagi beberapa orang akan berkesan “apaan sih ini, gajelas.”. Tapi justru kami suka hal – hal seperti ini, karena tidak mudah untuk mendapatkannya.

Beberapa dari kalian, mungkin sudah tidak asing apabila mendengar nama Boutros Hadiyanto. Kalau kalian sudah menonton balap ISSOM sejak lama, kalian pasti tau dia siapa. Dia dulu pernah balap Jazz dan Mercedes-Benz C Class. Setelah vakum untuk beberapa tahun, akhirnya dia akan kembali balap Honda Jazz di ISSOM 2018 ini.

Kami juga bertemu dengan mas Rio Bramantio, pembalap asal Surabaya yang sampai sekarang masih aktif mengikuti balap ISSOM. Kali ini, beliau tidak mengemudi Estilo nya, melainkan Honda Brio yang sepertinya akan di ikut sertakan pada kelas HBSC tahun ini.

Kami sangat enjoy dengan bootcamp kecil – kecilan ini. Tidak merasa terbebani atau tersiksa, intinya sih seru-seruan aja. Ya hitung – hitung, biar nanti sudah terbiasa foto balap di Sentul lagi saat ISSOM seri pertama.

Sepertinya, yang menjadi primadona di acara Honda Soulnation ini adalah, sekumpulan Honda Civic Type-R keluaran terbaru. Civic Type-R generasi kelima, dengan kode chassis FK8 ini, memiliki mesin 2.0L turbo dan transmisi 6 percepatan.

Desain nya bagus, dan kelihatannya kenceng juga. Tapi ya karena sekarang sudah dilengkapi turbo, suara mesin nya sudah tidak “teriak” seperti VTEC yang biasanya. Tapi ya selama performa nya sangat bagus, sepertinya suara tidak jadi masalah.

Sesuai ekspektasi, pada ngebut-ngebut banget mobil ini. Sasuga Civic Type-R!

Terlepas dari Civic Type-R terbaru, Ucup malah lebih tertarik dengan Civic wonder yang ini. Beliau adalah M. Herdy. Akang Herdy asal Cianjur ini adalah rekan satu tim nya mas Rio Bramantio di ISSOM. Kenapa Ucup lebih tertarik sama yang ini? dia bilang “suara VTEC nya paling greng dari semua mobil disini.”

Kami terus melanjutkan bootcamp ini, sampai sesi terakhir dari trackday ini telah selesai. Well, setelah pelatihan ini, gue jadi merasa lebih pede untuk motret balap lagi. Alhamdulillah, keputusan dan niat kami, datang ke Sentul untuk melatih diri ini, tidak salah dan tidak merugikan.

Trackday selesai, misi kami pun sukses. Kami memutuskan kembali ke pitlane, dan beristirahat di booth ISC Coilovers sambil berbincang – bincang dan melihat mobil yang dipajang.

Acara ini belum selesai rupanya, masih ada sesi fun drag race, yang biaya pendaftarannya hanya 50.000 rupiah saja. Siapapun boleh ikut, tidak ada peraturan khusus, siapapun dan mobil honda apapun boleh ikutan ngegas disini.

Ada sedikit cerita dibalik foto ini. Jadi gue lagi nonton sesi drag race ini, salah satu kawan gue, Randy, tiba – tiba nyamperin gue. “Jan, lu bawa helm nggak?” katanya. Tiba – Tiba nanyain helm, buat apaan coba, ya gue tanya aja buat apa. Ternyata, Randy khilaf mendaftarkan mobil nya Aldy untuk ikutan sesi drag race ini. Dan dia sudah daftar dan bayar, tanpa seizin Aldy terlebih dahulu. Ya ampun, ada – ada aja ya hahaha. Entah dia dapet pinjeman helm dari siapa, ikutlah dia ngegas mobilnya Aldy di sirkuit ini.

Sesi drag race pun telah selesai. Sudah tidak ada hal seru yang bisa dilakukan lagi, Ucup pun pamit duluan untuk pulang. Emang si Ucup kayaknya gatelan ya kalo liat mobil bagus. Sempet – sempetnya dia hunting mobil bagus yang ada di parkiran acara ini sebelum pulang.

Karena gue memutuskan untuk pulang bersama anak – anak yang buka booth ISC coilovers, gue pun masih stay di Sentul sampai semua acara selesai. Luckily, gue bisa mengabadikan foto “Estilude” milik Riswan, yang pastinya kalian sudah sering lihat langsung atau di Instagram. Oke, sampai disini saja cerita gue tentang pemanasan sebelum ISSOM, jangan bosen – bosen ya sama tulisan gue!

 

Words by Fauzan Pasha.

Photos by Ardian Pradana & Fauzan Pasha.

 

BONUS IMAGES

 

 

 

 

 

 

 

 

Share this Post

Leave Your Comment