Banteng MERDEKA Speed and Sprint : A Short Trip To “Mars”

Balap di permukaan tanah bisa dibilang salah satu cabang dari motorsport yang sangat seru, kalau kita coba pelajari sejarah motorsport pun akan banyak ditemukan dokumentasi dokumentasi dari balap tanah dari awal abad ke 20. Kali ini gue dan Fauzan Pasha berangkat ke Sirkuit Tembong Jaya, Serang untuk mendokumentasikan balap ini. Seri Merdeka Speed and Sprint yang diselenggarakan oleh Banteng Motorsport adalah seri balap tanah yang kami datangi pertama kali tahun ini, dan memang tidak salah kalau dibilang cabang ini adalah salah satu cabang yang paling seru.

Hari pertama yaitu hari jumat diawali dengan scrutineering yang dilangsungkan di halaman Masjid Al Bantani kota Serang. Disini kami bisa melihat dari awal proses yang harus dilalui semua pembalap dan tim yang akan mengikuti balap ini. Karena dimana mana selalu ada slogan “Motorsport is Dangerous” dan mobil mobil balap ini akan melalui di lintasan yang cukup acak, jadi bisa dibilang perangkat keselamatan adalah yang utama, setiap mobil balap harus melewati pengecekan yang sangat ketat agar keselamatan pembalapnya terjamin.

Selain proses scrut, kita juga bisa lihat lihat apa saja mobil yang digunakan oleh kompetitor balap kali ini.

Pesertanya bisa dibilang beragam, karena terdapat balap sprint rally dan speed offroad, jadi kami dapat melihat baik dari peserta yang ikut dengan menggunakan mobil sedan, hatchback, bahkan hingga mobil tubular yang bisa dibilang merupakan atraksi utama dari setiap balap speed offroad. Bahkan gue dan Ojan sangat excited melihat Mazda 2 AP4 yang digunakan oleh Rihan Variza dari HRVRT. Mobil ini pertama kali digunakan beliau ketika mengikuti APRC Medan, dan kita berdua tidak ada yang berangkat, jadi di balap ini kita baru bisa melihat mobil ini secara langsung.

Briefing untuk peserta pun dilakukan jumat ini.

Selain dari penyelenggara perlombaan yang menjelaskan seluk beluk balap yang akan diadakan, juga ada sambutan dari Pak Prass dari Banteng Motorsport. Dari yang kami dengar, bahkan mungkin di akhir tahun Banteng Motorsport akan mengadakan seri Merdeka Speed and Sprint ini lagi di Ancol, kita tunggu yah.

Hal unik yang gue dan Ojan pertama kali lihat juga ada start ceremony. Gue dan Ojan sangat jarang meliput rally, dan biasanya pun kami selalu datang di hari H balapan, dan kali ini berhubung dari jumat, jadi kami dapat melihat prosesi start ceremony ini.

Cukup unik bisa melihat sesi ini, setiap pembalap dan navigator memiliki cara masing masing untuk berekspresi.

Lanjut ke hari balap, inilah kenapa gue bilang ini short trip to “Mars.” Debunya poooooll banget. Setiap habis mobil lewat debunya selalu naik dan cukup menghalangi pandangan. Kalau gue dan Ojan sih berpikir ini pasti bakal epic difotonya, dan memang tidak salah.

It’s epic, untungnya gear yang kita pakai gak masalah kena debu begini, tapi memang ada baiknya direncanakan dulu sebelum ke sirkuit mau pakai lensa apa aja, dan kalau bisa semuanya sudah siap sebelum turun dari mobil jadi ketika sudah turun gak perlu tuker tuker lagi, akan lebih resiko masuk debu ke kamera kalo tuker pasang lensa di sirkuit.

Variasi mobil balap yang ikut di seri ini juga beragam, speed offroad sendiri ada 5 group dan di sprint rally ada 3 group. Masing masing group juga memiliki sub group nya sendiri, jadi memang akan sangat banyak variasi mobil balap yang bisa ditemui.

Dari mobil retro,

mobil rally R2,

Dan Mazda 2 AP4 yang udah gue bahas sebelumnya, akhirnya kita bisa melihat mobil ini beraksi secara langsung. Bisa dibilang inilah mobil rally yang secara teknologi paling maju di Indonesia sekarang, semoga kedepannya kita bisa melihat mobil mobil canggih ini lebih banyak lagi.

Foto yang diatas merupakan group dari sprint rally, untuk speed offroad nya pun terbagi lagi.

Dari Group G2 yang diisi dari Suzuki Jimny

Group G1 yang diisi oleh kendaraan kendaraan UTV

G3 yang merupakan kelas 4 silinder

G4 diisi oleh mobil 6 silinder

Hingga kelas G5 yang diisi oleh mobil mobil berspesifikasi bebas dari 4,6 dan 8 silinder.

Menurut gue, kelas G5 ini yang wajib ditonton oleh semua motorsport enthusiast di Indonesia terutama kelas yang 8 silinder. Kelas yang 8 silinder memiliki vibes yang bener bener berbeda, suara mesin 8 silinder full tuned yang dipacu diatas tanah ini bener bener bikin gue merinding, apalagi ketika lewat di samping gue, luar biasa banget.

Antusiasme penonton pun luar biasa, bisa dibilang selama gue motret motorsport di Indonesia, di Serang ini penontonnya pun yang terbanyak yang gue lihat. Tidak jarang juga kalau gue lagi jalan di deket para penonton mereka juga kenal pembalap pembalap yang beraksi. Jadi mereka tidak hanya sekedar menonton, mereka juga kenal siapa yang sedang bertanding.

Kapan lagi juga kan bisa melihat mobil balap beraksi dari dekat?

Pada kelas sprint rally kali ini Rifat Sungkar yang merupakan pereli yang sudah sangat lama mengikuti kejuaraan rally di Indonesia ini keluar sebagai juara umum. Memang pengalaman bertahun-tahun membuat Rifat Sungkar terlihat sangat mahir mengendalikan mobil rally ini. Kalau gue perhatiin pun dari pinggir lintasan bisa dibilang beliau memang sangat kencang.

Kelas M dari sprint rally ini banyak diikuti peserta dengan menggunakan Mitsubishi Lancer Evo X, dan menurut gue pribadi, Evo X ini terlihat cantik banget ketika jadi mobil rally.

Untuk kelas Speed Offroad, keluar sebagai juara umum adalah TB Adhi. Kendaraan tubular nya kali ini dibentuk menyerupai Jeep Compass, dibandingkan dengan tahun lalu dimana kelas tubular body nya semuanya hampir sama, tubular yang digunakan TB Adhi ini keren banget, bener bener berbeda.

Kalau dari gue kurang lebih itu sedikit cerita gue dari Merdeka Speed and Sprint kemarin. Melawan debu dan panas dari pinggir lintasan merupakan pengalaman yang gak main main kemarin, bisa dibilang fisik gue agak dipacu sampai batas karena memang cuacanya kemarin panas banget, tapi ya memang selalu seru dan setiap balapan pasti menjadi pengalaman yang gak terlupakan buat gue. Mudah mudahan ada kesempatan lagi untuk kami memotret balap tanah ini.

Sisanya biar foto yang berbicara yah, enjoy the pics below~

 

Words by Ardian Pradana

Photos by Ardian Pradana and Fauzan Pasha

 

 

 

 

Share this Post

Leave Your Comment